Dari Seminar Sehari: “Philosophy and Practical Guidance of Currency and Interest Rate Hedging”

Direktorat Pengelolaan Devisa (DPD) Bank Indonesia menggelar Seminar Sehari yang bertema “Philosophy And Practical Guidence Of Currency And Interest Rate Hedging”, yang dibuka oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Mulya, dengan pembicara tunggal Ian H. Giddy, Profesor Finance dari New York University’s Stern School Of Business, USA.

Dalam seminar dihadiri oleh berbagai perwakilan dari BPK, Depkeu, KPK, PPATK, BPKP, Perbanas, IBI, IAI, STAN, Pertamina, Indosat, PLN, BP Migas dan Kementrian BUMN itu, Budi Mulya mengatakan bahwa seminar ini sangat baik untuk membangun pemahaman dan perspektif yang sama atas konsep transaksi derivatif dalam rangka hedging (lindung nilai) termasuk dampak transaksi tersebut terhadap strategi manajemen risiko dan perspektif akuntansinya. Ia juga menekankan pentingnya mempelajari transaksi hedging melalui pendekatan filosofi agar diperoleh dasar yang kuat dalam memahami transaksi derivatif hedging dan aspek-aspek yang terkait secara lebih luas dan lengkap. Dalam kesempatan tersebut disampaikan pula bahwa hedging merupakan salah satu instrument penting dalam pengelolaan portfolio terutama untuk memitigasi risiko yang timbul dari ketidakpastian pergerakan harga pasar.

Ian Giddy yang merupakan pakar internasional dalam bidang finance, baik sebagai akademisi maupun praktisi, mengatakan bahwa hedging dilakukan untuk mengurangi risiko (risk reduction) terhadap market price karena pergerakan harga pasar yang tidak dapat diprediksi. Risiko yang harus dapat dimitigasi (hedged) adalah market risk dan bukan business risk. Business risk seperti marketing atau kapasitas produksi tidak dapat dilindung nilai. Salah satu prinsip yang ditekankan Profesor Giddy adalah hedging seharusnya tidak dilakukan berdasarkan prediksi (view) arah pergerakan currency dan/atau interest rate di masa depan. Dengan demikian, hedging tidak complicated melainkan simple karena hedging dilakukan terhadap keseluruhan eksposur yang dimiliki. Volatilitas menjadi berkurang ketika hedging instrument sesuai dengan exposed asset atau liability. Oleh karena itu hedging tidak boleh berdasarkan pada ekspektasi atau trend, hedging harus melindungi investor kemanapun arah pergerakan currency.

Hedging hanya mungkin dilakukan apabila suatu entitas mengetahui eksposur yang dimiliki, dan entitas tersebut mengerti bagaimana efektifitas dari hedging instruments (Forwards, Futures, Swaps, dan Options). Apabila suatu entitas memiliki eksposur dan mengetahui secara tepat berapa eksposur tersebut, entitas tersebut seharusnya melakukan hedging secara penuh (100%). Partial hedging dapat dilakukan namun tidak tepat apabila eksposur risikonya diketahui dan dapat dikuantifikasi. Efektifitas hedging dapat diukur namun harus dilihat dari dua sisi, baik dari sisi aset/kewajiban yang terekspos (hedged item) maupun hedging instrument-nya.

Giddy juga menjelaskan bahwa Hedging merupakan bagian dari manajemen risiko. Oleh karena itu suatu entitas harus mengetahui eksposur risikonya terlebih dahulu, yang selanjutnya diikuti dengan pengukuran eksposur risiko dan penerapan strategi hedging. Selain itu, perlu ditetapkan pula metode pengawasan untuk mengendalikan dan memantau efektifitas dari manajemen risiko. Institusi keuangan sebaiknya memiliki manajemen risiko dan hedging framework yang jelas dan transparan.

Direktur DPD, Rasmo Samiun yang bertindak selaku moderator menambahkan bahwa adanya ketertarikan dan perhatian yang sama antara pelaku pasar, auditor dan regulator dalam hal transaksi derivatif untuk tujuan hedging memerlukan adanya persamaan persepsi terhadap transaksi tersebut khususnya dalam kondisi volatilitas pasar yang tinggi yang dapat menyebabkan nilai asset dan kewajiban berpotensi turun seperti saat ini. Ditambahkan juga bahwa melalui seminar ini diharapkan dapat memberikan pemahaman berdasarkan konsep/best practice yang berlaku secara internasional sehingga dapat memperbaiki Good Governance.

Sumber: https://www.bi.go.id/

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *